Jakarta Pilkada DKI Jakarta masih 4 bulan lagi. Berbagai analisa tentang para bakal calon gubernur dan wakil gubernur bermunculan. Ada yang positif dan ada pula yang negatif. Jika analisa negatif banyak dimunculkan, dikhawatirkan akan membuat warga Jakarta apatis mengikuti pilkada DKI.
Analisa negatif yang muncul antara lain soal Jakarta yang dijadikan incaran sumber uang parpol. Atau soal pilkada yang digunakan untuk batu loncatan demi 2014.
"Selama publik mengawasi apakah terjadi penyimpangan atau posisinya dijadikan sapi perahan atau ATM, silakan diawasi. Kalau memang ada pelanggaran ada KPK yang bisa dilapori sebagai penegak hukum. Tapi kalau belum apa-apa sudah dimunculkan analisa negatif dan kontraproduktif semacam ini akan membuat masyarakat apatis dan tidak simpatik sehingga memperbesar orang yang golput," ujar Hidayat Nurwahid.
Berikut ini wawancara detikcom dengan bakal calon gubernur DKI yang diusung PKS ini, Minggu(25/3/2012) malam:
Apa yang menarik dari pilkada DKI kali ini?
Yang paling menarik adalah karena dihadirkan calon-calon yang dipersepsikan mempunyai track record dan kualitas yang unggul. Dengan demikian diharapkan bisa memberikan perubahan untuk menjadikan Jakarta lebih baik lagi sekalipun itu dibawa oleh calon dari luar Jakarta atau jalur independen.
Pak Faisal Basri, Pak Jokowi latar belakangnya Wali Kota Solo, Pak Alex Noerdin latar belakangnya Gubernur, saya yang mantan ketua MPR dan calon lainnya bertemu dengan keinginan untuk kualitas pemimpin DKI yang lebih baik. Kemudian, semua calon itu berbeda dengan yang dibicarakan jauh-jauh hari sebelumnya sebab pasangan yang ada di luar skenario. Jadi itu sesuatu yang membuat orang berharap banyak pada pilkada DKI.
Kenapa jumlah calon sekarang bisa lebih banyak?
Kalau periode lalu karena ada calon yang memborong dukungan dari seluruh partai di luar PKS. Sekarang ini partai-partai mengajukan calonnya sendiri karena beragam kondisi yang terjadi. Dulu kan calon perseorangan belum bisa maju, baru setelah 2007.
Calon perseorangan ini menjadi fakta baru dalam dunia politik setelah Pilkada 2007. Dengan adanya dua calon independen yang diperkirakan juga akan lolos, itu menunjukkan antusiasme masyarakat DKI masih cukup tinggi.
Apa yang bikin partai ngotot dengan calon masing-masing?
Dulu Foke kan pengurus Golkar kemudian pindah ke Demokrat. Golkar merasa ditinggalkan dan karenanya merasa tidak nyaman mencalonkan kembali pihak yang pernah dicalonkan tapi meninggalkannya.
Karena itu Golkar mengajukan calonnya sendiri. PDIP sudah mengatakan tidak akan berkoalisi dengan partai yang menaikkan BBM, sehingga mengangkat calonnya sendiri. PKS sebagai pemenang pemilu kedua setelah konstelasi perkembangan politik yang ada akhirnya mengajukan calonnya sendiri.
Jadi banyak perkembangan yang terjadi mengharuskan partai membuat keputusan sesuai dengan kondisi riil yang ada di masing-masing partai.
Apa ini semacam batu loncatan memperkuat posisi di 2014?
Itu pernyataan yang menurut saya terlalu menyederhanakan masalah dan terlalu berpikiran negatif terhadap partai politik. Kalau perilaku semacam itu selalu dikedepankan maka orang tidak akan percaya dengan partai politik.
Bila itu yang terjadi maka akan jadi masalah pada akhirnya demokrasi akan kehilangan roh dan maknanya. Jadi saya lebih percaya ini adalah proses terbuka. Selama publik mengawasi apakah terjadi penyimpangan atau posisinya dijadikan sapi perahan atau ATM, silakan diawasi.
Kalau memang ada pelanggaran ada KPK yang bisa dilapori sebagai penegak hukum. Tapi kalau belum apa-apa sudah dimunculkan analisa negatif dan kontraproduktif semacam ini akan membuat masyarakat apatis dan tidak simpatik sehingga memperbesar orang yang golput.
Jadi menurut saya yang mesti dilakukan adalah ikuti ketentuan hukum yang ada. Tidak ada batasan maskimal partai untuk mengajukan calon, batasan minimal yakni 15 kursi dari DPRD dan sekian ratus ribu KTP untuk calon independen.
Tudingan partai mengincar Jakarta sebagai sumber uang?
Sekali lagi itu adalah tuduhan yang sangat negatif terhadap partai politik. Juga satu hal yang kontra produktif untuk meningkatkan kualitas demokrasi di seluruh Indonesia. Itu fitnah dan tidak benar.
(vit/nwk)
Sumber : Detik.com





0 komentar:
Posting Komentar